BAHAN
TAMBAHAN KIMIA PADA MAKANAN
“
ACRYLAMIDE “
Acrylamide
(Akrilamida)
adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membuat bahan polyacrylamide. Acrylamide juga
dapat terbentuk dalam beberapa
makanan selama suhu pada proses memasak tinggi, seperti menggoreng, memanggang
kue. Akrilamida dalam bentuk makanan dari gula dan asam amino yang secara alami
terdapat dalam makanan, ia tidak berasal dari kemasan makanan atau lingkungan. Polyacrylamide
digunakan di dunia kesehatan
kerja untuk drinking
water dan waste water treatment, dimana zat ini berfungsi untuk
menghilangkan partikel dan bahan kotoran lainnya. Selain itu polyacrylamide
juga digunakan di industri untuk membuat lem, kertas dan kosmetik. Polyacrylamide
juga digunakan pada konstruksi pondasi bendungan dan terowongan. Dan yang
paling mengejutkan adalah acrylamide ternyata ditemukan juga di makanan yang
kita makan sehari-hari.
Acrylamide / akrilamid masuk ketubuh melalui udara (dihirup) atau
terabsorpsi melalui kulit biasanya bagi orang yang berhubungan langsung dengan
acrylamide contohnya para pekerjaan. Tapi secara umum, bisa masuk ke tubuh
manusia melalui air dan makanan yang dikonsumsi (WHO, 2005).
Melalui air. karena sifat acrylamide yang dapat mengentalkan zat cair maka
banyak digunakan untuk penanganan limbah cair. Limbah yang telah bersih
kemudian disalurkan ke bak-bak penampung, kemudian ke sungai. Limbah yang
mungkin masih mengandung acrylamide ini sebagian terserap kedalam tanah dan
tercampur dengan air tanah untuk kemudian masuk kedalam sumur. Sebagian lagi
terbuang ke sungai atau laut. Seperti Anda ketahui, sebagian masyarakat kita,
bahkan perusahaan daerah air minum terutama dikota-kota besar masih
memanfaatkan sungai untuk memenuhi kebutuhan air mereka (WHO, 2005).
Melalui makanan. senyawa acrylamide ini
dapat terbentuk pada bahan makanan yang berkarbohidrat tinggi seperti jagung,
kentang, singkong, tepung-tepungan dan lain lainnya, yang dalam penyajiannya di
goreng, dipanggang atau dibakar pada suhu diatas 120 derajad celcius. Beberapa
makanan seperti potato chips atau produk yang dibuat dari kentang lainnya
seperti kentang goreng, cereal (produk sarapan pagi), produk2 bakery (roti yang
dipanggang), dan produk2 yang dibuat dari jagung atau tepung jagung diyakini
memproduksi acrylamide dalam pengolahannya karena umumnya didalam penyajiannya
memerlukan suhu tinggi dan waktu yang cukup lama, apalagi jika terjadi
perubahan warna menjadi kecoklatan (terlalu matang) atau hangus.
Kopi. Pada kenyataannya, kopi dan atau cokelat
merupakan sumber acrylamide, bukan pada waktu penyajiannya (diseduh dengan air
panas), tapi pada waktu proses pembuatan dari bahan mentah (biji kopi) yang
dipanggang atau disangan. konsentrasi acrylamide dalam kopi tidak terlalu
tinggi, tapi bagi penikmat kopi berat yang minum kopi 3 atau 4 kali sehari,
maka secara akumulatif jadi banyak.
Di dalam tubuh acrylamide didetoksifikasi oleh
glutathione conjugation menjadi marcaptures di urine. Jalur lain yaitu
acrylamide dimetabolisme menjadi glysidamide oleh enzim CYP2E1. Selanjutnya
glysidamide di metabolisme menjadi glyceramide oleh enzim epoxide hydrolase
(EPHX1) yang selanjutnya bisa dieksresikan dengan urine. Tetapi glyceramide
dapat berikatan dengan DNA menjadi GA-DNA-adduct yang dapat memicu terjadinya
kanker. Selain itu acrylamide maupun glysidamide dapat berikatan dengan hemoglobin
(Hege et al., 2007 ; Fennell et al. 2005; Besaratinia et al., 2007).
EFEK KESEHATAN ACRYLAMIDE
Pada April 2002, Swedish National Food
Authority melaporkan temuan kimia acrylamide pada makanan yang terbentuk
apabila makanan tersebut dimasak dalam suhu yang tinggi. Acrylamide diketahui
menyebabkan kanker pada binatang. Dan pada dosis tertentu bisa menyebabkan
masalah kesehatan
yaitu sistem syaraf baik pada manusia maupun binatang. Acrylamide juga bisa
ditemukan pada asap rokok.
0 komentar:
Posting Komentar